Memahami Pasar Ekspor
By Sekolah Ekspor
Summary
Topics Covered
- Eksportir Baik Bangun Citra Berkelanjutan
- Fokus Pasar Sasaran Tingkatkan Efisiensi
- Pilih Pasar Besar tapi Tren Naik Mudah Masuk
- Hindari Penipuan Ekspor Jaga Transparansi
Full Transcript
Or for all. Or for all. Sekolah ekspor
selalu dari Indonesia untuk dunia.
Bapak, Ibu, teman-teman sekalian.
memahami pasar ekspor itu menjadi fondasi penting kalau kita ingin melakukan ekspor. Memahami pasar ekspor
melakukan ekspor. Memahami pasar ekspor paling enggak terdiri atas tiga hal, yaitu menjadi eksportir yang baik, melakukan segmentasi pasar, dan kemudian merumuskan pasar sasaran. Tentu saja
menjadi eksportir yang baik artinya membuat kita itu kalau di bisnis itu bisa nantinya dikenal sebagai eksportir-eksportir yang bertanggung
jawab, yang dikenal punya kepedulian pada konsumen dan yang paling penting bertanggung jawab kalau dapat order.
Karena kan seringkiali kita mendengar cerita, mendengar ee komplain lah, wah payah tuh eksportirnya dari Indonesia.
Kalau sekali bagus, habis itu kemudian nanti enggak bagus lagi barangnya.
Tadinya bagus, setelah yang kedua, ketiga banyak yang rusak ee pengirimannya telat. Nah, hal-hal begini
pengirimannya telat. Nah, hal-hal begini membuat citra kita jadi enggak bagus.
Enggak hanya citranya eksportirnya, citranya Indonesia sebagai negara juga terganggu, gitu kan. Nah, tentu saja kita ingin kita ingin membangun citra
bahwa kita adalah eksportir yang baik.
eksportir yang baik itu tidak hanya peduli kepada konsumennya, tapi juga peduli kepada ee produk yang diekspornya dan dari mana dia mendapatkannya gitu.
Sehingga pemasuk-pemasuk kita baik pemasuk bahan baku atau bisa jadi gini, kalau kita pedagang ekspor, pemasok barang jadi ee juga kemudian bisa ee
membangun bisnisnya dengan baik gitu sehingga bisnis kita bisa berkelanjutan gitu. Jadi menjadi eksportir yang baik
gitu. Jadi menjadi eksportir yang baik itu ee membutuhkan komitmen dari kita.
Paling enggak ada tiga hal yang penting di situ. Kita punya pengetahuan yang
di situ. Kita punya pengetahuan yang baik tentang pasar. Yang kedua, kita punya sikap mental yang positif kepada ekspor termasuk kepada buer-bayer kita.
Yang ketiga adalah kita punya keterampilan. Keterampilan untuk ngurus
keterampilan. Keterampilan untuk ngurus dokumen, keterampilan untuk kirim barang, keterampilan untuk negosiasi.
Dan hal-hal seperti itu menjadi hal yang sangat penting ketika kita ingin menjadi eksportir yang baik. Nah, kalau kita sudah bertekad menjadi eksportir yang baik, tentu saja kita juga perlu ee
melihat pasar dengan cernih gitu ya.
Melakukan segmentasi pasar namanya. Jadi
melakukan segmentasi pasar itu adalah memahami bahwa pasar itu berbeda-beda.
Jangan lupa seluruh dunia itu kan ee terdiri atas pelaku usaha yang berasal dari latar belakang berbeda-beda. Orang
Amerika dengan orang Eropa beda, dengan orang Asia beda, dengan orang Australia beda. Yang dari Asia, yang dari China
beda. Yang dari Asia, yang dari China dengan dari Taiwan, dengan dari Korea, dengan dari India beda-beda gitu. Jadi
kita memahami bahwa pasar itu berbeda-beda. Importer-importer yang mau
berbeda-beda. Importer-importer yang mau berbisnis dengan kita juga mereka individu-individu yang berbeda. Mereka
juga berasal dari perusahaan-perusahaan yang berbeda-beda. Kita bisa melihat
yang berbeda-beda. Kita bisa melihat bahwa perusahaan yang besar dengan perusahaan menengah dengan yang sedang juga punya karakteristik yang beda-beda.
Importir yang ingin melakukan impor kemudian mendistribusikan barangnya kepada retailer akan berbeda dengan importir yang beli produk kita untuk dia
pakai sebagai bahan baku atau barang setengah jadi misalkan karena mereka punya kepentingan berbeda-beda. Jadi
segmentasi pasar pada dasarnya adalah melihat, memandang, memotret konsumen yang berbeda-beda. baik konsumen yaitu
yang berbeda-beda. baik konsumen yaitu pengguna, baik itu pedagang atau pihak mengimpor untuk dipakai bisnis lagi gitu, itu mereka berbeda-beda. Nah, nah
melihat yang beda-beda ini bisa kita lakukan dengan beberapa macam metode.
Katakan kita bisa lihat pakai metode geografi gitu. Kalau metode geografi,
geografi gitu. Kalau metode geografi, maka kita melihat oh misalkan ini negara yang berbeda-beda atau benua yang berbeda-beda begitu. Oh, kita lihat ada
berbeda-beda begitu. Oh, kita lihat ada benua Asia, benua Amerika, benua Afrika, Australia gitu misalkan. Nah, nanti dari sana kita akan melakukan yang namanya
merumuskan pasar sasaran. Kita mau
prioritas ke mana kalau di bisnis?
Apalagi kalau kita sebagai eksportir pemula harus memilih prioritas pasarnya.
Kita enggak mungkin melayani semua pasar karena kemampuan kita terbatas. Bahkan
perusahaan yang besar pun dia juga tetap punya prioritas pasar, targetmarket namanya kan gitu. sasaran pasar namanya kan gitu. Jadi kita perlu punya sasaran
kan gitu. Jadi kita perlu punya sasaran pasar. Katakan e dari negara-negara yang
pasar. Katakan e dari negara-negara yang berbeda-beda tadi oke saya mau masuk ke negara-negara yang ada di Asia aja dulu.
Katakan kan gitu. Asianya yang mana? E
lebih sempit lagi kita melihat oh saya mau masuk ke Taiwan aja dulu gitu atau masuk ke India dulu kan gitu. Kita pilih
targetmket dengan segmentasi pasar negara-negara tadi gitu. Jadi kita perlu mempunyai prioritas pasar supaya oke kalau kita prioritasnya ke Taiwan maka
kemudian nanti kita mencari jalur-jalur distribusi di sana ya kan. Oh mau jualan produk-produk Indonesia misalkan awalnya ke orang Indonesia yang ada di Taiwan.
Oh iya di sana ada toko-toko Indonesia tuh yang ada di Taiwan ya kan. Nah itu
ada jalur distribusinya kita bisa dekati mereka gitu. Atau kita mau ke importir
mereka gitu. Atau kita mau ke importir yang ada di India katakan. Nah, di India mereka seringki punya trading company juga yang tidak hanya berada di India, mereka juga seringkiali punya kantor di
Asia, di Singapura, bahkan di Indonesia juga ada gitu. Kita bisa mendekati mereka gitu. Karakteristiknya tentu saja
mereka gitu. Karakteristiknya tentu saja berbeda antara yang dari Taiwan dengan yang dari India atau juga negara-negara yang lain. Jadi sebenarnya itu membantu
yang lain. Jadi sebenarnya itu membantu kita gitu. Jadi melihat pasar yang
kita gitu. Jadi melihat pasar yang berbeda-beda. Tapi jangan lupa setelah
berbeda-beda. Tapi jangan lupa setelah melihat pasar beda-beda, kita prioritas ke mana? Kalau kita prioritaskan ke
ke mana? Kalau kita prioritaskan ke negara tertentu atau ke segmen pasar tertentu sebagai target market, sebagai pasar sasaran, bukan berarti menghambat
kita untuk berbisnis dengan yang lain, tetapi membuat kita punya fokus, gitu.
Fokus dalam bisnis itu menjadi penting, membuat kita jadi bisa memberi perhatian lebih. Misalkan nih, oke saya mau fokus
lebih. Misalkan nih, oke saya mau fokus ke pasar sasarannya Taiwan. Nah, dari
sana nanti saya mau jualan produk-produk yang untuk orang-orang Indonesia yang diada di Taiwan misalkan gitu. Mereka
pasti kangen lah produk-produk Indonesia kan begitu kan. Oke, jadi kita pasarin ke sono, kita siapin kan gitu. Pada saat
kita menyiapkan begitu tiba-tiba ada order dari Hongkong ya kan. Bisa jadi ee ada ee orang-orang Indonesia yang ada di Hongkong juga kangen sama produk Indonesia. Apakah kemudian kita tidak
Indonesia. Apakah kemudian kita tidak layani? H tetap dilayani. Namanya juga
layani? H tetap dilayani. Namanya juga
bisnis. Selama ada duit ya kita kerjakan selama ada untungnya kan gitu kan. Nah,
jadi kalau kita konsentrasi ke Taiwan, ada permintaan dari Hongkong, enggak perlu ditolak, boleh saja ya kan. Tetapi
usaha-usaha promosi kita kita tujukan ke sana, kita tujukan ke Taiwan, kepada orang-orang Indonesia yang ada di Taiwan, katakan gitu. Sehingga ee
kegiatan-kegiatan ee promosi, branding, dan pengembangan produk itu punya fokus gitu ya. Sekali lagi kalau kita fokus ke
gitu ya. Sekali lagi kalau kita fokus ke negara tertentu kemudian ada permintaan dari negara lain tetap diterima loh ya.
Oke, itu yang namanya segmentasi pasar dan bagaimana kita memilih pasar sasaran, targetmarket tadi kan gitu.
Nah, melakukan segmentasi pasar tentu saja tidak hanya dengan geografi tadi, bisa juga dengan demografi. Katakan kita
melihat oh dari ee latar belakang budayanya atau dari penghasilannya. Oh,
ada masyarakat menengah bawah, menengah atas gitu ya. E itu bisa juga begitu atau dari sukunya gitu. Kita enggak
ngomong sarah di sini, tapi oh saya mau ke orang-orang Indonesia aja itu demografi itu ya. Ee ee tapi itu sudah pasar sasaran. Kita bisa melihat, oh
pasar sasaran. Kita bisa melihat, oh saya mau masuk ke pasarnya Taiwan tapi di sana ada orang Indonesia di sana, ada juga orang Taiwan yang asli di situ dan juga pendatang yang lain yang datang ke
Taiwan kan. Oke, target-target saya yang
Taiwan kan. Oke, target-target saya yang orang Indonesia gitu. target awal karena nanti dapat yang lain boleh kan gitu.
Tapi kita sudah punya prioritas pasar itu segmentasi bisa dilakukan pakai geografi, boleh pakai demografi, bisa juga pakai psikografi gitu terkait
dengan ee sifat sikapnya ee konsumen kan gitu. Ada loh konsumen yang kalau cari
gitu. Ada loh konsumen yang kalau cari produk itu dari luar negeri mau impor gitu buat dia yang penting kualitas katanya gitu. Oh iya boleh ya kan. Tapi
katanya gitu. Oh iya boleh ya kan. Tapi
ada juga yang penting harganya murah katanya gitu. Tapi ada juga yang melihat
katanya gitu. Tapi ada juga yang melihat ya saya sih maunya yang yang bagus dan yang murah katanya gitu. Lebih susah
lagi gitu ya. Tapi kenyataannya ada yang gitu. Nah kita mau prioritas ke pasar
gitu. Nah kita mau prioritas ke pasar yang mana tuh ya kan. Oh saya mau prioritas ke konsumen-konsumen yang cari kualitas. Kalau cari kualitas jangan
kualitas. Kalau cari kualitas jangan lupa loh kualitas internasional sehingga harus standarnya standar internasional gitu ya. Nah atau mau prioritas kalau
gitu ya. Nah atau mau prioritas kalau itu susah k gitu ee ya kalau gitu yang murah aja gitu enggak apa-apa. ee boleh,
tapi jangan lupa sasarannya adalah konsumen yang maunya murah, berarti produk kita memang harus bisa bersaing dalam harga kan gitu. Dan saya rasa kalau kita bicara ekspor memang selama
ini pasar yang terbesar itu memang yang ee konscern pada harga ya, price conscious gitu yang ee dia mau cari harganya yang bersaing. Makanya pada
posisi seperti itu kita harus yakin banget produk yang kita jual adalah produk yang mampu bersaing dalam termasuk dalam hal harga. Bisa juga
orang yang oke misalkan nih ya produk kita e fashion gitu ya. W ada orang beli baju misalkan gitu ada yang carinya ya enak dipakai katanya gitu ya. Ee yang
buat saya enak dipakailah nyaman katanya. Tapi ada juga yang untuk gaya
katanya. Tapi ada juga yang untuk gaya kan gitu. Oh saya untuk bergaya nih
kan gitu. Oh saya untuk bergaya nih gitu. Tapi ada juga kalau beli pakaian
gitu. Tapi ada juga kalau beli pakaian katakan maunya cari yang harganya tidak hanya murah tapi yang e enteng katanya.
Ya, zaman sekarang kan musim gitu ya yang ringan katanya gitu. Bukan hanya
ringan duitnya, tapi ee bobotnya ringan gitu karena ee dia suka pergi terbang ke sana kemari dan dia barangkali orang yang lebih fleksibel gitu ya. Enggak
usah pakai baju yang resmi-res. Nah,
kita harus perhatikan yang begitu. Itu
boleh juga segmentasi secara psikografis. Nah, jangan lupa ketika
psikografis. Nah, jangan lupa ketika sudah memilih segmentasi seperti itu kan kita harus pilih prioritas pasarnya.
prioritas pasar tuh boleh cuman satu, boleh lebih dari satu, tapi jangan semuanya. Kalau semua diambil semua
semuanya. Kalau semua diambil semua segmen pasar, namanya enggak punya prioritas tuh. Tapi kita pilih salah
prioritas tuh. Tapi kita pilih salah satu atau dua ee segmen pasar yang ada untuk kita jadikan sebagai pasar sasaran. Nah, kalau kita kemudian pilih
sasaran. Nah, kalau kita kemudian pilih target market, ada beberapa pertimbangan. Bagaimanapun kalau kita
pertimbangan. Bagaimanapun kalau kita mau masuk ke target market tertentu, kan sebenarnya kita konsentrasi kan ke pasar tertentu. Tentu saja pasarnya harus
tertentu. Tentu saja pasarnya harus menarik buat kita. cukup besarlah buat kita. Cukup besar itu bukan berarti yang
kita. Cukup besar itu bukan berarti yang terbesar ya. Seringki pasar yang besar
terbesar ya. Seringki pasar yang besar banget itu kompetisinya ketat soalnya ya kan ya. Buat kita masuk ke pasar
kan ya. Buat kita masuk ke pasar tertentu dapat targetnya market share atau bagian pasar ee 1% lumayan kan gitu
kan sebagai pemula ya. Bayangin aja
kalau satu negara impor kadakan produk fashion ee senilai 100 triliun gitu. 1%
1 triliun mahal ya banyak ya gitu. Kalau
enggak enggak usah 100 triliun dia impor cuman 1 triliun katakan 1%-nya sudah 10 miliar. Lumayanlah sebagai pemula. Jadi
miliar. Lumayanlah sebagai pemula. Jadi
ee kalau kita milih target market pasar sasaran ee hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah berapa besar pasarnya itu ya kan. Nah, kita bisa lihat itu
melalui ee riset pasar pakai trade map bisa kita lihat oh negara tadi impor produk-produk yang saya jual itu berapa banyak kan gitu. Oh, dari datanya keluar
sekian gitu. Nah, weh lumayan kalau saya
sekian gitu. Nah, weh lumayan kalau saya enggak mungkin dapat 100% dapat 1% aja dulu lah. Namanya juga pemula kan itu
dulu lah. Namanya juga pemula kan itu sudah lumayan. Jadi pasar yang cukup
sudah lumayan. Jadi pasar yang cukup besar itu penting untuk kita masuki kan gitu. Kalau pasarnya belum ada, kita
gitu. Kalau pasarnya belum ada, kita masukin nanti repot bangun pasarnya kan gitu ya. Bisa tapi mahal ya. Nah, yang
gitu ya. Bisa tapi mahal ya. Nah, yang
kedua kita harus juga melihat ee perubahannya, trennya pasar itu lagi naik atau lagi turun kan gitu. Bisa jadi
gede tapi lagi turun ya. Nah, lagi turun perlu disimak juga ini kalau lagi turun pasarnya maksudnya segmen pasar itu lagi turun gitu ya, penggunanya berkurang kan
gitu, impornya berkurang. Nah, itu bisa jadi tanda aduh ngapain ya pasarnya lagi turun gitu. Tapi bisa jadi karena pada
turun gitu. Tapi bisa jadi karena pada turun kompetitornya pada enggak ada lagi. Jadi masuk ke pasarnya jadi lebih
lagi. Jadi masuk ke pasarnya jadi lebih mudah kan gitu. Jadi tren itu penting ya. Jadi enggak hanya berapa besar nilai
ya. Jadi enggak hanya berapa besar nilai pasarnya total dari negara tadi atau segmen pasar yang kita pilih tadi tapi juga trennya dia lagi naik atau lagi
turun. Nah, yang ketiga adalah kemudahan
turun. Nah, yang ketiga adalah kemudahan masuknya. Kalau pasarnya gede tadi, tapi
masuknya. Kalau pasarnya gede tadi, tapi persaingan sengit buat kita sebagai pemula repotlah ya. Kita mau cari yang rada gampang aja ya kan gitu. Jadi
bagaimana ee kemudahan masuk di pasar tadi ya kalau sudah kecil susah ya enggak usah dimasukin ngapain repot-repot kan gitu ya. Jadi tiga hal
itu menjadi hal penting kalau kita masuk di satu pasar ya. Jadi, nah kemudahan itu juga terkait dengan ee konsumennya.
Ada konsumen-konsumennya cerewet kan gitu ya, resek gitu ya, mintanya ini, mintanya ini. Barangkali buat kita
mintanya ini. Barangkali buat kita enggak sabar tuh sebagai eksporir pemula ya kan. E nanti-nanti aja lah. Nanti
ya kan. E nanti-nanti aja lah. Nanti
yang rewel-rewel nanti aja. Bukan
berarti yang cerewet itu enggak mau diurusin. Ada kalanya cerewet itu karena
diurusin. Ada kalanya cerewet itu karena dia mau belinya banyak kan begitu ya.
Nah, tetapi kalau di awal-awal kita ngelad begitu kan ee bisa habis energi kita gitu ya. Kita layani dia nantilah nanti setelah cari yang cari dulu karena
yang penting kalau ekspor itu di awal yang penting dapat ordernya kerjakan dulu kan gitu nanti setelah itu diperbaiki gitu. Nah, ada faktor keempat
diperbaiki gitu. Nah, ada faktor keempat juga penting kompetisi tadi ya. Jadi ee
kita harus melihat juga di seken pasar tadi bagaimana tingkat kompetisinya.
Kita sadar sebagai pemula kita ee punya kemampuan berkompetisi enggak sebesar yang sudah ada di pasar. Apalagi kalau
dia sudah menguasai pasar. Karena
biasanya kalau ada kompetitor sudah masuk di pasar apalagi sudah lama, dia tidak hanya bisa masuk lebih efektif karena sudah menguasai pasar, tapi juga bisa masuk dengan lebih murah karena dia
jalur distribusinya sudah dikuasai dengan bagus kan gitu. Sehingga kalau
kita masuk ke situ ya agak repot gitu ya. Dia sudah efisien ngurus pasarnya di
ya. Dia sudah efisien ngurus pasarnya di situ gitu. Nah, faktor-faktor ini yang
situ gitu. Nah, faktor-faktor ini yang perlu diperhatikan. Tapi jangan lupa
perlu diperhatikan. Tapi jangan lupa sebagai eksportir pemula kita itu kan sebenarnya masuk di pasar kan enggak terlalu ganggu pasar ya, enggak terlalu mengganggu kompetisi. Kalaupun ada
mengganggu kompetisi. Kalaupun ada kompetitor e bisa jadi dia di awal-awal belum memperhatikan kita. Nanti kalau
kita sudah makin besar, nah baru dipelototin. Ya, enggak apa-apa. Pada
dipelototin. Ya, enggak apa-apa. Pada
saat itu kita sudah punya kemampuan bersaing yang lebih baik. Jadi, memahami
pasar itu ee harus kita lakukan secara komprehensif. harus ee mulai dari
komprehensif. harus ee mulai dari mindset kita bagaimana lihat pasar.
Pasar itu memang berbeda-beda. Dan kalau
kita mau layani pasar, kita sebagai calon eksportir yang baik, kita perlu memahami pasar, memuaskan pasar, dan menjaga juga nama baiknya kan gitu. Nah,
jangan lupa di pasar ada berbeda-beda, ada target-market yang harus kita pikirkan. Setelah itu kita layani dengan
pikirkan. Setelah itu kita layani dengan baik sehingga citra kita juga positif.
Jadi memahami pasar ekspor itu perlu kita lakukan dengan baik, dengan cermat dan jangan lupa pasar kan selalu berubah. Kalau berubah ya kita juga
berubah. Kalau berubah ya kita juga harus berubah. Itulah dinamika sebagai
harus berubah. Itulah dinamika sebagai sportir ya. Jadi kita enggak boleh
sportir ya. Jadi kita enggak boleh berpikir sekali kita masuk situ akan selalu aman. Enggak bisa. Begitu kita
selalu aman. Enggak bisa. Begitu kita
masuk ke situ ada kompetitor yang mau masuk juga. Nah, sehingga kita harus
masuk juga. Nah, sehingga kita harus melakukan inovasi-inovasi terus dan itu esensi dari memahami pasar ekspor.
Memahami pasar ekspor menjadi eksportir yang baik. Menjadi eksportir yang baik
yang baik. Menjadi eksportir yang baik bukan sekadar profesi, tetapi peran strategis dalam menciptakan peluang dan pertumbuhan berkelanjutan di pasar global. Keberhasilan dalam ekspor
global. Keberhasilan dalam ekspor bergantung pada tiga aspek utama.
Pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Pengetahuan mencakup pemahaman tentang pasar tujuan, persaingan, prosedur ekspor, dan regulasi yang membantu dalam penyusunan strategi serta mitigasi
risiko. Keterampilan seperti penyusunan
risiko. Keterampilan seperti penyusunan dokumen ekspor yang benar, perhitungan biaya yang akurat, dan pemanfaatan sistem digital, meningkatkan efisiensi
serta mencegah kerugian. Sementara itu,
sikap yang profesional dan menghargai pelanggan berperan besar dalam membangun kepercayaan serta hubungan bisnis yang kuat. Dengan kombinasi ketiga aspek ini,
kuat. Dengan kombinasi ketiga aspek ini, eksportir tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang di pasar global yang kompetitif. Prinsip eksportir yang
yang kompetitif. Prinsip eksportir yang baik. Seorang eksportir yang baik tidak
baik. Seorang eksportir yang baik tidak hanya harus memiliki tiga kompetensi standar pengetahuan keterampilan dan sikap, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip yang mendukung hubungan
dengan pelanggan.
Prinsip tersebut mencakup etika bisnis yang baik, komunikasi lintas budaya, kemampuan beradaptasi dan berinovasi, pemahaman hukum perdagangan internasional, manajemen tim
internasional, serta penelitian pasar yang mendalam. Manfaat masuk ke pasar
yang mendalam. Manfaat masuk ke pasar global. Masuk ke pasar global sebagai
global. Masuk ke pasar global sebagai eksportir memberikan berbagai manfaat bagi pebisnis seperti akses pasar yang lebih luas, optimalisasi keuntungan, optimalisasi kapasitas produksi,
diversifikasi risiko, inovasi berbasis praktik global, serta peluang membangun jaringan bisnis dan kemitraan strategis.
Dalam era globalisasi yang semakin dinamis, eksportir yang menerapkan strategi ini akan memiliki keunggulan kompetitif dan tetap relevan di pasar global yang terus berkembang.
beradaptasi dengan lingkungan internasional. Strategi menyesuaikan
internasional. Strategi menyesuaikan bisnis di pasar internasional mencakup kemitraan dengan pihak lokal untuk memahami pasar dan mengatasi hambatan budaya, fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, serta pembelajaran
berkelanjutan tentang budaya dan praktik bisnis global. Dalam kolaborasi bisnis
bisnis global. Dalam kolaborasi bisnis internasional, komunikasi terbuka, pembagian tugas yang jelas, kepemimpinan yang menghargai keberagaman, serta penggunaan alat digital menjadi faktor
penting untuk meningkatkan efisiensi kerja tim lintas negara. Selain itu,
kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan kontrak termasuk aspek hukum perdagangan, pajak, dan izin usaha sangat krusial dalam menjaga kelangsungan bisnis. Dengan menerapkan
kelangsungan bisnis. Dengan menerapkan strategi ekspansi yang tepat, membangun kolaborasi efektif, dan memastikan kepatuhan hukum, bisnis dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan di
pasar global. Penipuan kegiatan ekspor.
pasar global. Penipuan kegiatan ekspor.
Penipuan dalam ekspor adalah tindakan ilegal yang dapat merusak kepercayaan perdagangan internasional dan mengganggu stabilitas ekonomi. Bentuk penipuan yang
stabilitas ekonomi. Bentuk penipuan yang umum meliputi pemalsuan dokumen ekspor, manipulasi faktur untuk menghindari pajak, serta penyelundupan barang dan pelanggaran sanksi internasional.
Misalnya dalam kasus ekspor briket ke UEA, jika barang yang dikirim ternyata berbeda dari yang tertera di dokumen, otoritas setempat dapat menjatuhkan sanksi atau larangan ekspor. Selain itu,
memasukkan asal barang atau mengirim produk ke negara yang terkena embargo juga dapat berakibat pada denda besar dan larangan perdagangan. Oleh karena
itu, eksportir harus selalu mematuhi regulasi internasional dan beroperasi dengan transparansi demi menjaga keberlanjutan bisnis. Potensi bisnis
keberlanjutan bisnis. Potensi bisnis ekspor lainnya. Ekspor tidak hanya
ekspor lainnya. Ekspor tidak hanya sekadar mengirim barang ke luar negeri, tetapi juga mencakup berbagai peluang bisnis lain yang layak dipertimbangkan.
Selain menjadi eksportir yang menawarkan produk langsung ke pasar internasional atau bergabung dengan perusahaan ekspor, ada peluang bisnis lain seperti layanan pengiriman transportasi untuk ekspor impor yang membutuhkan modal besar untuk
infrastruktur dan tenaga kerja dengan opsi transportasi maritim, udara, kereta api, darat atau multimodal. Bisnis
penyewaan kontainer juga menjanjikan karena tidak semua perusahaan memiliki kontainer sendiri. Meskipun pengelolaan
kontainer sendiri. Meskipun pengelolaan dokumen ekspor yang kurang tepat dapat menyebabkan barang tertahan di pelabuhan dan menambah biaya. Selain itu, asuransi ekspor menjadi peluang penting mengingat
risiko tinggi dalam pengiriman barang, terutama untuk produk bernilai tinggi agar perusahaan dapat menghindari potensi kerugian akibat kerusakan atau kehilangan. Dengan berbagai peluang ini,
kehilangan. Dengan berbagai peluang ini, industri perdagangan internasional bukan hanya tentang perdagangan barang, tetapi juga mencakup layanan pendukung yang memiliki potensi keuntungan besar.
Setelah kita mempelajari bagaimana menjadi eksportir yang baik, langkah selanjutnya adalah memahami segmentasi pasar agar dapat menargetkan konsumen
dengan lebih efektif. Segmentasi pasar.
Definisi segmentasi pasar. Segmentasi
pasar adalah proses pengelompokan pasar atau konsumen sehingga konsumen yang berada dalam satu segmen atau satu kelompok mempunyai karakteristik yang sama. Dengan karakteristik yang sama,
sama. Dengan karakteristik yang sama, kelompok ini akan mempunyai kebutuhan dan preferensi yang sama pula.
Karena sebuah bisnis tidak dapat melayani semua calon pelanggan, maka penting bagi pebisnis untuk melakukan segmentasi pasar dan memilih satu atau beberapa segmen sebagai target pasar
atau sebagai pasar sasaran. Tujuan dan
manfaat segmentasi pasar. Menjalankan
bisnis tanpa mempertimbangkan segmentasi pasar berisiko tinggi karena dapat menyebabkan kurangnya pemahaman tentang kebutuhan pelanggan dan strategi pemasaran yang tidak efektif. Segmentasi
pasar mempermudah perusahaan mengidentifikasi konsumen yang tepat sebagai pasar sasaran sehingga dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efisien sesuai dengan karakteristik dan preferensi khusus dari
segmen pasar sasaran sekaligus menghindari upaya yang tidak terarah sehingga mengurangi biaya iklan yang tidak perlu. Teridentifikasinya, pasar
tidak perlu. Teridentifikasinya, pasar sasaran mendorong manajemen untuk mempertimbangkan dengan cermat bagaimana perusahaan dan produknya ingin dikenal oleh pasar sasaran tersebut dengan menciptakan identitas merek dan pesan
yang lebih terarah yang pada akhirnya dapat memperkuat citra merek dan berpotensi meningkatkan pengalaman pelanggan. Segmentasi pasar memberikan
pelanggan. Segmentasi pasar memberikan masukan terhadap bisnis yang dikembangkan untuk meningkatkan produk atau layanan serta mengembangkan inovasi yang lebih tepat dalam memenuhi
kebutuhan pasar. Akhirnya segmentasi
kebutuhan pasar. Akhirnya segmentasi pasar menciptakan fokus yang lebih tajam dalam menyusun rencana bisnis. Dengan
memusatkan perhatian pada segmen konsumen tertentu, perusahaan dapat melakukan inovasi produk, menetapkan harga jual, dan menciptakan pesan pemasaran yang sesuai dengan segmen
pasar sasaran yang berperan menciptakan perbedaan produk dan menciptakan peluang untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan memperoleh keunggulan di
pasar yang semakin kompetitif.
segmentasi pasar, pasar sasaran, dan segmentasi pasar. Segmentasi pasar
segmentasi pasar. Segmentasi pasar adalah serangkaian langkah sistematis yang diambil perusahaan untuk memahami dan memandang pasar menjadi segmen-segmen dengan karakteristik dan kebutuhan serupa. Langkah pertama
kebutuhan serupa. Langkah pertama melibatkan penentuan kriteria segmentasi seperti demografi, geografi, dan psikografi diikuti dengan pengumpulan data untuk memahami perbedaan preferensi
dan perilaku konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian. Setelah mendapatkan
keputusan pembelian. Setelah mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pasar, langkah selanjutnya adalah menjadikan konsumen yang memiliki karakteristik serupa sebagai satu segmen pasar tertentu sehingga setiap segmen
pasar memiliki karakteristik yang homogen. Analisis statistik dan teknik
homogen. Analisis statistik dan teknik klasifikasi seringkiali digunakan untuk membantu melakukan segmentasi konsumen secara efektif. Setelah itu, pebisnis
secara efektif. Setelah itu, pebisnis memilih segmen pasar yang akan menjadi target market atau pasar sasaran berdasarkan potensi keuntungan, kemudahan memasuki pasar, dan relevansi
strategis bagi tujuan bisnis yang telah ditetapkan. Langkah berikutnya adalah
ditetapkan. Langkah berikutnya adalah pengembangan strategi pemasaran khusus untuk segmen pasar yang sudah dipilih, termasuk pembuatan pesan pemasaran yang relevan, penetapan harga yang tepat,
serta pengembangan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan unik dari konsumen di pasar sasaran. Proses
segmentasi pasar ini bukanlah langkah sekali jadi, melainkan sebuah proses yang terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perubahan pasar. PBIS perlu
memantau respons konsumen, tren pasar, dan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kelompok agar tetap relevan dan efektif. Secara keseluruhan,
dan efektif. Secara keseluruhan, segmentasi pasar adalah pendekatan dinamis dan berkelanjutan sehingga memberikan kerangka yang kuat bagi perusahaan untuk memahami pasar lebih dalam dan merancang strategi pemasaran
yang lebih fokus dan berkinerja baik.
sejalan dengan perubahan pasar.
Karakteristik segmen pasar demografis.
Segmentasi berdasarkan karakteristik demografis berhubungan dengan karakteristik populasi target pasar seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan status pernikahan.
Pemahaman mengenai karakteristik demografis memungkinkan pebisnis merancang strategi pemasaran khusus untuk kebutuhan spesifik konsumen.
Misalnya, perusahaan kosmetik dapat menargetkan produk perawatan kulit yang berbeda untuk kelompok usia tertentu.
Sementara pemahaman tentang pendapatan konsumen membantu menentukan harga yang sesuai. Faktor lain seperti status
sesuai. Faktor lain seperti status pernikahan juga berperan dalam strategi pemasaran. Misalnya dalam menargetkan
pemasaran. Misalnya dalam menargetkan produk untuk pasangan baru menikah.
Geografis. Segmentasi berdasarkan
karakteristik geografis memberikan pemahaman tentang perbedaan preferensi konsumen berdasarkan lokasi, budaya, kebiasaan, dan kondisi iklim. Perusahaan
dapat mengembangkan produk dan merancang strategi pemasaran yang menyasar ke target konsumen seperti menjual koleksi pakaian musim panas di daerah tropis dan koleksi musim dingin di wilayah beriklim
dingin. Segmentasi berdasarkan geografis
dingin. Segmentasi berdasarkan geografis memungkinkan perusahaan menyesuaikan strategi distribusi. Misalnya, jika
strategi distribusi. Misalnya, jika secara geografis perusahaan memilih pasar sasaran berupa wilayah yang dikelilingi lautan, maka perusahaan sebaiknya menggunakan moda transportasi
kapal. Psikografis.
kapal. Psikografis.
Segmentasi psikografis berfokus pada gaya hidup, nilai, minat, dan kepribadian konsumen untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih personal.
Jika perusahaan memilih target pasar konsumen yang kesadaran akan lingkungannya tinggi, maka kampanye pemasaran yang dibuat haruslah yang berkomitmen pada keberlanjutan dan ramah lingkungan. Informasi tentang minat dan
lingkungan. Informasi tentang minat dan hobi juga dapat dimanfaatkan untuk kolaborasi atau promosi yang relevan.
Dengan memahami aspek psikologis konsumen, perusahaan dapat membangun koneksi emosional yang lebih kuat dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Perilaku konsumen. Segmentasi
berdasarkan perilaku konsumen berfokus pada bagaimana konsumen berperilaku ketika membeli dan menggunakan produk atau jasa. Beberapa faktor yang dapat
atau jasa. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen antara lain pengalaman pembelian sebelumnya, preferensi dan kebiasaan, sikap dan persepsi terhadap produk atau jasa,
proses pengambilan keputusan pembelian, serta frekuensi dan intensitas pembelian. Tantangan segmentasi pasar.
pembelian. Tantangan segmentasi pasar.
Dalam proses melakukan segmentasi pasar, perlu pula diantisipasi berbagai tantangan yang mungkin timbul seperti biaya awal yang besar untuk melakukan riset pasar. Tantangan lain mungkin akan
riset pasar. Tantangan lain mungkin akan timbul dari sisi risiko etika berbisnis seperti masalah kerahasiaan data pribadi saat pengumpulan informasi konsumen untuk proses segmentasi dan masalah sara
yang bisa timbul saat melakukan pengelompokan berdasarkan faktor gender, ras, status sosial. Tantangan lain
terkait dengan kebenaran dan keakuratan data yang digunakan. Jika data yang digunakan tidak akurat, maka pemasaran yang dibuat dapat mengarah pada upaya
pemasaran yang tidak tepat sasaran.
Dampak perubahan pasar. Perubahan pasar,
terutama perubahan ekonomi akan berdampak signifikan terhadap strategi pemasaran. Ketika terjadi perubahan
pemasaran. Ketika terjadi perubahan ekonomi, konsumen cenderung merubah perilaku dan keinginan membeli. Dalam
kondisi ekonomi sulit misalnya, konsumen cenderung mencari produk dengan harga terjangkau. Sementara di saat ekonomi
terjangkau. Sementara di saat ekonomi bertumbuh, konsumen bisa beralih memilih produk dengan kualitas yang lebih tinggi. Perubahan ini mempengaruhi
tinggi. Perubahan ini mempengaruhi ukuran dan komposisi segmen pasar.
Sehingga perusahaan harus terus memantau dinamika pasar dan menyesuaikan strategi segmentasi secara fleksibel. Adaptasi
ini mencakup penyesuaian produk, strategi pemasaran, dan penetrasi pasar yang lebih tepat sasaran. Selain itu,
inovasi dan diferensiasi tetap penting untuk menjaga daya saing. Memungkinkan
perusahaan menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang dari perubahan pasar. Setelah mempelajari
perubahan pasar. Setelah mempelajari segmentasi pasar, langkah berikutnya adalah perumusan pasar sasaran agar strategi pemasaran lebih terarah dan
efektif. Perumusan pasar sasaran dalam
efektif. Perumusan pasar sasaran dalam persaingan industri global, menerapkan strategi pemasaran yang unik tidak hanya mampu membuat perusahaan tampil beda dalam memberikan nilai kepada pelanggan,
tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif ketika memiliki pandangan yang jelas tentang pasar sasaran.
memiliki tim pemasaran yang berfokus pada promosi produk dengan nilai tertentu dan aspek keberlanjutan yang positif dapat membantu perusahaan menjangkau pelanggan di luar sasaran awal. Menciptakan potensi untuk menarik
awal. Menciptakan potensi untuk menarik lebih banyak pelanggan yang mungkin tidak terduga dalam suatu proses pasar.
Memasarkan produk ke luar negeri sebagai eksportir akan menghadirkan tantangan besar karena adanya perbedaan budaya dan perilaku pembelian pelanggan di luar pasar domestik dalam lingkungan bisnis
modern yang dinamis. Memahami dan secara efektif menjangkau pengunjung yang tepat merupakan fondasi dari setiap strategi pemasaran yang sukses. Proses mencapai
target pasar yang tepat ini dikenal sebagai suatu proses merumuskan pasar sasaran, sebuah pendekatan strategis yang mendefinisikan kelompok pelanggan spesifik yang ingin dilayani. Pengaruh
e-commerce terhadap jangkauan pasar, globalisasi dan perkembangan teknologi telah mengubah cara bisnis beroperasi, menyederhanakan proses melalui integrasi internet dan data. Di masa lalu,
pemasaran dilakukan secara konvensional tanpa kepastian target pasar karena keterbatasan data demografis membuat komunikasi dengan pelanggan menjadi tantangan. Kini pemanfaatan basis data
tantangan. Kini pemanfaatan basis data memungkinkan analisis perilaku pelanggan sehingga pemasaran dapat lebih tepat sasaran tanpa mengabaikan aspek privasi.
Dengan dinamika pasar yang terus berubah, proses merumuskan pasar sasaran harus bersifat adaptif agar bisnis tetap relevan menghadapi kemajuan teknologi, pergeseran budaya, dan perubahan
ekonomi. E-commerce yang didorong oleh
ekonomi. E-commerce yang didorong oleh globalisasi telah mempermudah perusahaan dalam menentukan target yang sesuai dibandingkan era sebelum internet berkembang luas, meningkatkan
efektivitas pemasaran dan kinerja bisnis secara keseluruhan. Ragam konsumen di
secara keseluruhan. Ragam konsumen di era digital. Di era digital yang semakin
era digital. Di era digital yang semakin berkembang, tantangan utama dalam pemasaran adalah mengelola keragaman pelanggan dengan berbagai budaya dan preferensi yang berbeda. Analisis
konsumen online melibatkan studi sistematis terhadap interaksi, perilaku, dan sentimen konsumen di berbagai platform digital. Sebelum memahami
platform digital. Sebelum memahami analisis konsumen yang berbelanja secara online, penting untuk mempelajari aspek psikografis dan perilaku umum di pasar.
seperti pekerja yang menggunakan internet untuk kepentingan kerja, personil yang selalu menjelajahi halaman baru untuk mencari informasi, dan pengguna sosial yang memanfaatkan
platform komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain. Memahami pola ini dapat membantu menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Faktor demografis juga memberikan wawasan penting bagi pebisnis dalam memilih target pasar sebelum mendistribusikan produk. Oleh karenanya,
mendistribusikan produk. Oleh karenanya, analisis demografis perlu dilakukan sebelum menentukan pasar sasaran.
termasuk faktor usia, pendidikan, dan pendapatan. Pendekatan pemasaran.
pendapatan. Pendekatan pemasaran.
Setelah memiliki pemahaman dasar tentang demografi dan gaya hidup konsumen online, langkah selanjutnya adalah menentukan strategi pemasaran. Ada
beberapa pendekatan pemasaran yang perlu dipahami, yaitu pemasaran tidak tersegmentasi atau undifferentiated marketing. Produk dipasarkan ke seluruh
marketing. Produk dipasarkan ke seluruh pasar tanpa membedakan segmen tertentu dengan fokus utama meningkatkan kesadaran konsumen akan keberadaan produk atau produk awareness ke seluruh
pasar. Pendekatan ini sering diterapkan
pasar. Pendekatan ini sering diterapkan pada komoditas dasar yang sudah memiliki basis pelanggan yang luas seperti air mineral. Pemasaran tersegmentasi atau
mineral. Pemasaran tersegmentasi atau differentiated marketing berfokus pada segmen konsumen tertentu dengan kebutuhan dan preferensi yang homogen guna memenuhi tuntutan konsumen yang
lebih khusus. Pemasaran mikro atau
lebih khusus. Pemasaran mikro atau mikromarketing dilakukan secara sangat spesifik bahkan pada skala individual seperti perusahaan pakaian yang menyediakan ukuran manekin khusus untuk
menyesuaikan dengan ukuran tubuh khusus.
Pemasaran terkonsentrasi atau NIS marketing mengalokasikan sumber daya, pesan dan produk hanya untuk segmen yang sempit dan memiliki preferensi atau kebutuhan yang sangat spesifik untuk
membangun loyalitas pelanggan yang sangat kuat di segmen pasar tertentu.
Misalnya produsen mobil yang menawarkan layanan customisasi.
Mencari pasar ekspor sasaran. Memasuki
pasar ekspor memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan bersaing di pasar domestik. Dan terdapat fase-fase
pasar domestik. Dan terdapat fase-fase perencanaan yang terstruktur sebelum akhirnya produk bisa dipasarkan secara internasional. Langkah-langkah tersebut
internasional. Langkah-langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut. Fase awal
membangun kesadaran merek dan edukasi pasar. Berfokus pada memahami bagaimana
pasar. Berfokus pada memahami bagaimana produk dapat disampaikan kepada konsumen potensial dalam format iklan, loka karya atau metode kolaborasi lainnya. Proses
ini melibatkan kegiatan brainstorming untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada pelanggan sebelum memasuki tahap distribusi dan menerapkan strategi pemasaran. Fase perencanaan menentukan
pemasaran. Fase perencanaan menentukan pasar sasaran yang tepat dengan mengajukan pertanyaan kritis seputar nilai-nilai produk dan kondisi negara tujuan ekspor seperti daya beli,
kebutuhan spesifik, serta tingkat persaingan. Pendekatan ini memungkinkan
persaingan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi risiko, meningkatkan efektivitas strategi, dan memaksimalkan peluang pertumbuhan jangka
panjang di pasar baru. Fase realisasi,
eksekusi, dan implementasi strategi pasar melibatkan eksekusi berbagai prosedur yang telah difokuskan sebelumnya. seperti memulai produksi
sebelumnya. seperti memulai produksi berdasarkan umpan balik yang diperoleh dari riset pasar dan menyesuaikan strategi untuk memastikan produk dapat diterima dengan baik oleh konsumen di pasar ekspor, mencakup pengiriman produk
ke negara tujuan, menjalin kerja sama dengan distributor lokal, dan mengembangkan tren pemasaran baru untuk meningkatkan daya tarik produk. Langkah
teknis dalam memasuki pasar ekspor.
Selain fase-fase perencanaan, ada sejumlah langkah teknis yang perlu dipenuhi oleh eksportir agar strategi ekspor berjalan efektif dan sesuai regulasi. Menentukan mitra dagang yang
regulasi. Menentukan mitra dagang yang tepat yang mampu membantu dalam hal izin ekspor, izin penjualan produk, memperlancar distribusi produk, dan menjaga keberlanjutan bisnis di pasar
yang diinginkan. Analisis permintaan
yang diinginkan. Analisis permintaan produk untuk memastikan agar produk sesuai dengan kebutuhan pasar serta memenuhi standar di negara tujuan.
Mendapatkan izin dan sertifikasi kualitas untuk memperkuat kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk. Kolaborasi dengan distributor
produk. Kolaborasi dengan distributor dan penyedia jasa logistik untuk mengurangi waktu distribusi dan memberikan kepercayaan kepada konsumen bahwa produk akan tiba tepat waktu.
Memanfaatkan umpan balik dari konsumen untuk pengembangan produk lebih lanjut.
Kepatuhan regulasi dan manajemen risiko dengan menghentikan distribusi atau penjualan jika terjadi pelanggaran agar kredibilitas perusahaan tetap terjamin.
Or for all. Or for all. Sekolah ekspor
selalu dari Indonesia untuk dunia.
Yeah.
Loading video analysis...